Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS), Iskandar Zulkarnaen, didampingi Deputi Umum BPKS, Abdul Manan, serta Deputi Komersial dan Investasi BPKS, Teuku Ardiansyah, melakukan pertemuan strategis dengan Menteri PPN/Kepala Bappenas dan Direktur Utama Garuda Indonesia di sela kegiatan peresmian Mockup Pesawat Garuda Indonesia untuk Manasik Haji serta Gedung A2 Pemondokan Jamaah Asrama Haji Kelas I Aceh di UPT Asrama Haji Embarkasi Aceh, Minggu (15/2).
Pertemuan tersebut dimanfaatkan BPKS untuk mempertegas agenda percepatan konektivitas Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang sebagai fondasi utama penguatan investasi, logistik, dan pariwisata. Kepala BPKS menekankan bahwa akses transportasi yang memadai bukan sekadar kebutuhan mobilitas, melainkan instrumen strategis untuk meningkatkan daya saing kawasan di tingkat nasional maupun internasional.
Saat ini, Bandara Maimun Saleh masih dilayani penerbangan perintis oleh maskapai swasta setiap hari Jumat. Kondisi tersebut dinilai belum mampu mengimbangi kebutuhan mobilitas investor dan wisatawan yang terus meningkat seiring dengan berbagai rencana pengembangan kawasan yang tengah dipersiapkan BPKS.
Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan, memberikan perhatian terhadap peluang penguatan rute penerbangan ke Sabang.
Sementara itu, Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, meminta BPKS untuk menyiapkan data dukung komprehensif sebagai dasar perencanaan pengembangan bandara dan infrastruktur strategis lainnya.
Menindaklanjuti arahan tersebut, Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS) telah menyiapkan sejumlah langkah konkret, antara lain: Penyusunan kajian teknis dan business case pengembangan Bandara Maimun Saleh, Pemetaan kebutuhan konektivitas terpadu laut–udara, Penguatan komunikasi dan penjajakan kerja sama dengan maskapai nasional, Sinkronisasi perencanaan dengan kementerian/lembaga terkait, Penyediaan data dan dokumen perencanaan terintegrasi sebagai bahan dukung pembiayaan, baik melalui skema APBN, maupun investasi swasta.
Kepala BPKS, Iskandar Zulkarnaen, menegaskan bahwa langkah-langkah tersebut merupakan bagian dari strategi besar transformasi Sabang menjadi hub logistik dan destinasi pariwisata unggulan di gerbang barat Indonesia. BPKS berkomitmen memastikan setiap rencana pengembangan didasarkan pada kajian komprehensif, terukur, dan berorientasi pada keberlanjutan.
“BPKS tidak hanya mendorong wacana konektivitas, tetapi menyiapkan fondasi teknis, regulatif, dan komersial agar penguatan akses transportasi Sabang dapat segera terealisasi dan memberi dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi kawasan,” tegasnya.
Dengan pendekatan terintegrasi tersebut, BPKS optimistis Sabang akan semakin terkoneksi, kompetitif, dan siap menjadi simpul pertumbuhan baru di wilayah barat Indonesia.