PENGEMBANGAN SEKTOR PRIORITAS: JASA KEPELABUHANAN

Pada posisi geografis di mulut Selat Malaka, Sabang merupakan lintasan perhubungan antar negara-negara kawasan Asia Selatan dengan Asia Tenggara dan Asia Timur dengan Timur Tengah. Dalam posisi demikian, Sabang dapat menjadi simpul aktivitas antar negara di kawasan tersebut, seperti halnya Singapura saat ini.

Dilihat dari kedalaman alur pelayarannya sebesar 53 m LWS dan kedalaman kolam pelabuhan barangnya yang bervariasi, minimal 10 meter sampai 30 meter; maka keadaan ini menjadi daya tarik kapal-kapal yang memiliki bobot mati di atas 20.000 ton untuk berlabuh di pelabuhan Sabang tanpa menemui kesulitan dan masih dapat dioptimalkan sampai 100.000 DWT. Namun dilihat dari prasarana dan sarana infrastruktur pelabuhannya yang ada pada saat ini memang belum memadai untuk sebagai pelabuhan internasional, dibandingkan dengan pelabuhan- pelabuhan internasional lainnya.

Di Pelabuhan Sabang terdapat dua jenis dermaga, dermaga umum dan dermaga khusus, yang melayani bongkar muat barang dengan jenis yang berbeda. Dari hasil evaluasi, arus kunjungan kapal yang singgah di pelabuhan Sabang selama 12 tahun terakhir (1993–2004) dalam Rencana Induk Pengembangan Pelabuhan Sabang – Pelindo I, terjadi fluktuasi dari tahun ke tahun, baik di dermaga umum maupun di dermaga khusus. Pada tahun 1996 kunjungan kapal di dermaga umum mencapai nilai terendah yaitu 25 call, namun pada 1998 kembali meningkat sebanyak 300 persen. Kunjungan kapal mencapai angka tertinggi yaitu 410 call di dermaga umum pada tahun 2003, dan 172.000 DWT di dermaga khusus pada tahun 2002.

Namun dengan telah tersusunnya Master Plan Kawasan Sabang 2007-2021, dan telah dilakukan Review terhadap Master Plan tersebut pada tahun 2011, penetapan bahwa kawasan Teluk Sabang akan menjadi ’Sabang Hub International Port’ (SHIP), yang akan menempati luas areal sekitar 62 Ha, dengan kedalaman kolam sekitar 21 m dengan kapasitas pelabuhan yang setara dengan standar Internasional Hub tidak ada perubahan. Dengan fungsi demikian, maka Pelabuhan Internasional Hub Sabang ini akan penjadi faktor pendorong pusat pelayanan perdagangan dan jasa dunia dan menjadi pintu masuk wisata bahari tingkat nasional dan Interregional (Sabang, Phuket, Langkawi).

Untuk operasionalisasi pelabuhan internasional Hub di Teluk Sabang ini telah dijajaki untuk mengadakan Joint Venture dengan perusahaan yang salah satunya adalah Dublin Port dari Irlandia. Pada saat ini sedang dilakukan reklamasi pantai di Pasiran seluas 3 Ha dan kemudian akan dilanjutkan dengan pembangunan fasilitas laut (seperti dermaga bongkar, dermaga tambat, dermaga muat, dock sistem dan pelindung pantai); dan fasilitas darat (main building, zona processing, zona parkir, zona penunjang, zona repair, zona perbekalan, zona terbuka hijau). Kawasan Pasiran ini telah digunakan sebagai pintu gerbang logistik rehabilitasi dan rekonstruksi (Kerjasama dengan Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Aceh dan Nias) dari tahun 2005 hingga 2008 lalu. Selanjutnya, telah ditetapkan pula bahwa untuk pengembangan pelabuhan internasional Hub akan diarahkan ke Teluk Pria Laot apabila di Teluk Sabang telah melampaui kapasitas sandarnya, dengan luas keseluruhan (berikut kawasan industri dan perdagangan bebas) sekitar 400 Ha. Selain Pelabuhan Sabang, terdapat juga Pelabuhan Balohan yang merupakan pelabuhan penyeberangan yang mampu memberi pelayanan kepada wisatawan dan para usahawan yang bergerak di antara kawasan NAD dan Sabang. Pada tahun 2010 arus penumpang dari pelabuhan Balohan (Sabang) menuju Ulee Lhue (Banda Aceh) mencapai sekitar 208.366 tercatat mengadakan perjalanan menggunakan transportasi laut. Sedangkan pada arah sebaliknya ada sebanyak 222.021 orang yang berkunjung ke Sabang (Sumber: Sabang Dalam Angka 2010).

Berdasarkan Review Master Plan Kawasan Sabang 2007-2021, Pelabuhan Balohan akan dikembangkan menjadi Pelabuhan Kontainer Internasional dan Nasional dengan luas keseluruhan (termasuk kawasan industri) sekitar 185 Ha.

Kondisi yang diharapkan pada sektor prioritas jasa kepelabuhanaan dalam jangka menengah.

  1. Pelabuhan Sabang sebagai Pelabuhan Internasional Hub tercapai dan pembangunannya dilakukan secara tereintegrasi dengan program rehabilitasi dan rekonstruksi Provinsi Aceh;
  2. Pengembangan Pelabuhan Balohan dan Fasilitasnya tercapai;
  3. Pelabuhan penyeberangan internasional dan domestik tercapai;
  4. Prasarana pendukung kepelabuhanan dibangun (jalan, air bersih, listrik, dan lain-lain);
  5. Kegiatan transhipment (alih kapal) tercapai di Sabang dan Balohan;
  6. Kerjasama dengan operator pelabuhan internasional dunia terwujud;
  7. Penyerapan tenaga kerja dan pendapatan BPKS sebagai pengelola pelabuhan Sabang mulai meningkat.