BADAN PENGUSAHAAN KAWASAN PERDAGANGAN BEBAS DAN PELABUHAN BEBAS SABANG
Management Board of Sabang Free Port and Free Trade Zone

Sarana dan Prasarana

Kemajuan sarana dan prasarana khususnya dibidang perhubungan baik udara, darat maupun laut, diharapkan membawa dampak yang sangat besar dalam menunjang percepatan pengembangan dan pembangunan Kawasan Sabang terutama disektor pariwisata, industri, perikanan serta perdagangan dan jasa. Karena dengan adanya hubungan yang lancar terutama dalam hal pendistribusian penyediaan kebutuhan pokok masyarakat dan pemasaran hasil produksi baik untuk dalam negeri maupun untuk tujuan ekspor, akan membawa dampak positif bagi pengembangan Kawasan Sabang dimasa yang akan datang.
Akan tetapi ketika bencana gempa bumi dan tsunami yang menimpa sebagian wilayah Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam pada tanggal 26 Desember 2004, telah mengakibatkan timbulnya kerusakan masif atas sarana dan prasarana yang cukup besar, termasuk kerusakan yang dialami Kawasan Sabang, sehingga ada beberapa sarana dan prasarana yang harus di rehab dan direkonstruksi kembali.

▷ TRANSPORTASI DARAT
Alat angkutan umum yang selama ini dipergunakan oleh penduduk dalam kota ke pedesaan menggunakan jasa mini bus dan Datsun keluaran tujuh puluhan. Angkutan ini pula yang menjadi alat transportasi andalan bagi anak sekolah, baik yang melalui rute antar jemput kota-desa dan sebaliknya desa-kota adalah sebuah fasilitas 'mewah' yang diharapkan terus berjalan tanpa kendala. Selain itu juga ada mobil sewaan dengan rute Balohan-Pusat Kota Sabang atau dari daerah luar kota seperti Jaboi menuju pusat kota, namun fasilitas ini masih terbatas hanya untuk mengangkut orang yang ingin berbelanja ke pusat kota Sabang.

▷ TRANSPORTASI LAUT
Selain Pelabuhan Sabang, ada beberapa dermaga lain yang menjadi andalan transportasi kelautan, seperti: Dermaga Umum, Dermaga Khusus TNI AL, Dermaga Khusus Pertamina, Dermaga Khusus ADPEL dan Dermaga khusus Dinas Perikanan. Terdapat pula fasilitas-fasilitas gudang, galangan kapal, air bersih, bungker air dan lapangan penumpukan.
Pelabuhan Sabang memiliki status sebagai Pelabuhan Umum ADPEL kelas V, bebas pandu dan rata-rata curah hujan yang ada 244,3 m. Alur pelayarannya memiliki panjang 1.400 m, lebar 800 m, kedalaman sampai dengan 53 m dengan dasar tanah karang berpasir. Kolam pelabuhannya memiliki luas 177 Ha, dalam minimum 8 m, dalam maksimum 35 m, gelombang maksimum 0,5 m, gelombang minimum 0,2 m.
Pelabuhan Balohan merupakan pelabuhan penyeberangan sekaligus berfungsi sebagai pintu gerbang masuk ke Kota Sabang dari Aceh Daratan melalui transportasi kapal penyeberangan baik cepat (jetboad) atau roro. Di samping bangunan dermaga, sebagai pelabuhan penyeberangan, Pelabuhan Balohan dilengkapi pula dengan area perpakiran, terminal penumpang dan gerbang untuk kendaraan menuju kapal penyeberangan. Untuk hubungan transportasi laut antar pulau khususnya ke Sabang telah ada kapal Ferry cepat untuk penumpang yang diberangkatkan melalui pelabuhan Balohan (Sabang) ke Ulee Lheu (Banda Aceh) ± 18 mil atau dengan kapal Ferry lambat (roro) ke Ulee Lheu. Dua Kapal Motor tersebut yakni KM Express Bahari 8B yang memiliki daya angkut penumpang maksimal 315 orang dan KM Express Bahari 2F yang memiliki daya angkut penumpang maksimal 500 orang.
Sarana dan prasarana perhubungan laut yang tersedia di Pulo Aceh masih sangat terbatas, hanya memiliki 1 (satu) boat penumpang bantuan Pemerintah Daerah dengan kapasitas 60 penumpang dengan jangkauan terbatas. Untuk memperlancar aktivitasnya, masyarakat mengupayakan transportasi laut yang berupa boat hasil swadaya masyarakat sendiri.

▷ TRANSPORTASI UDARA
Selain Pelabuhan Sabang, ada beberapa dermaga lain
Sabang memiliki lapangan udara Maimun Saleh yang terletak di kelurahan Cot Ba’u seluas ± 78 ha dengan fasilitas runway nya berukuran 1.850 m x 30 m, taxiway 165 m x 23 m, apron 160 m x 90 m, terminal penumpang 500 m² dan terminal kargo / hanggar 300 m². Lapangan udara ini merupakan peninggalan Jepang dan saat ini dimanfaatkan sebagai pangkalan AURI.
Sekarang ini bandara tersebut sudah dilakukan peningkatan kualitas pelayanan kebandarudaraan sebagai aktivitas Sabang yaitu dengan penyediaan berbagai fasilitas seperti ruang tunggu, ticketting, bagasi, pusat informasi dan fasilitas lain yang diperlukan. Direncanakan juga dalam rangka menunjang fungsi bandara udara sebagai Inlet dengan upaya pengelolaan bandara sehingga dapat menjadi salah satu tujuan dalam jalur penerbangan komersial. Rute penerbangan juga akan ditingkatkan agar dapat menghubungkan Sabang-Malaysia-Thailand-Singapura sebagai pusat kegiatan Jasa dan Perdagangan Internasional.