SIFC 2018 Resmi Dibuka, Pemerintah Optimis Freediving Bakal Mendapat Tempat di Sabang

SIFC 2018 Resmi Dibuka, Pemerintah Optimis Freediving Bakal Mendapat Tempat di Sabang

Freediving 2017/fredive.id/Agus Hong

HABADAILY.COM – Sabang International Freediving Competition (SIFC) 2018 diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkenalkan Sabang secara khusus dan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegera ke Aceh. Kegiatan internasional yang diikuti 40 peserta dari 23 negara tersebut merupakan lanjutan dari Sail Sabang yang digelar pada 2017 lalu.

Demikian disampaikan Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sabang, Amiruddin saat memberikan sambutan di open ceremony SIFC 2018 yang berlangsung di Hotel Mata Ie Resort, Sabang, Jumat (2/11/2018). Kegiatan tersebut dipusatkan di pelabuhan Balohan Sabang sejak 3-8 November 2018.

“Sabang sangat mendukung kegiatan internasional,” kata Amiruddin.

Selain itu, kata Amiruddin, SIFC 2018 juga diharapkan menjadi momentum untuk menyampaikan pesan kepada wisatawan mancanegara, bahwa Sabang tidak hanya dikenal luas sebagai destinasi wisata bahari, khususnya kegiatan wisata kapal pesiar (cruise) dan kapal layar (yacht), tapi juga spot terbaik untuk atraksi wisata freediving.

Amiruddin optimis jika Sabang bakal menjadi spot terbaik dunia untuk kegiatan freediving. Hal ini diperkuat dengan beberapa faktor pendukung.

“Pertama, Teluk Balohan memiliki kedalaman sekitar 143 meter dan sangat layak untuk kegiatan pelatihan freediving,” ungkap Amiruddin.

Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh, Amiruddin/Boy Nashruddin HabaDaily

Selain memiliki kedalaman dan keadaan laut yang tenang, Teluk Balohan juga aman dari tekanan arus kuat (Blue Holes). Faktor lain adalah keramahan masyarakat Sabang yang juga menjadi daya tarik wisatawan.

“Bebas minuman keras dan narkoba serta kehidupan malam, sehingga menjadi daya tarik utama bagi peserta freediving untuk berkonsentrasi pada pelatihan freediving,” katanya.

Hal senada disampaikan Kabid Pemasaran Disbudpar Aceh, Rahmadhani, menyebutkan para peserta yang ikut dalam aksi freediving tersebut merupakan atlit-atlit yang jauh dari prilaku negatif. Menurut pria yang akrab disapa Dani ini, mereka bahkan kerap menjauh jika di lingkungannya ada perokok aktif.

Hal inilah yang membuat Amiruddin dan Dani optimis event seperti freediving ini bakal mendapat tempat di Sabang. Apalagi Sabang memiliki sejumlah spot menarik lain yang menjadi sasaran para pecinta diving mancanegara.

Adapun spot yang dimaksud adalah Batee Gla, The Canyon, Batee Tokong, Pante Peunatong, Seulako Drift, Arus Balee, Taman Rubiah, Batee Meuronron, Wreck Sophie Rickmers, Batee Dua Gapang, Limbo Gapang, Vulcano Under Water, Lhong Angen, Batee Meuduro, Anoi Itam, Bak Kopra dan Wreck Tug Boat.

Dani turut merincikan para peserta yang ikut serta dalam event internasional ini. Para atlet ada yang berasal dari Austria, Cina, Jerman, Indonesia, Macau, Malaysia, Brunai Darussalam, Jepang, Hongkong, Hongaria, Korsel, Belanda, dan Filipina.

Selain itu, adapula yang berasal dari Singapura, Swiss, Thailand, Rusia, Afrika Selatan, Taiwan, Ukraina, Swedia, Inggris dan Amerika Serikat.

“Ada tiga jenis perlombaan yang akan dipertandingkan dalam event ini, yaitu Constant Weight yang diselenggarakan 3-4 November, Free Immersion 5-6 November, dan Constant Weight No Fins pada 7-8 November,” kata Dani seraya mengatakan event ini memperebutkan total hadiah sebesar Rp100 juta atau sekitar 13,333 USD.[boy]

Artikel/Berita ini telah tayang di: HabaDaily
Dengan Judul: SIFC 2018 Resmi Dibuka, Pemerintah Optimis Freediving Bakal Mendapat Tempat di Sabang

Tinggalkan komentar